Direktur Utama Bulog, Budi Santoso, mengungkap strategi baru perusahaan untuk mengelola sembilan bahan pokok secara mandiri, termasuk beras.
Langkah ini bertujuan menjaga harga tetap stabil, memastikan stok tersedia, dan distribusi tepat sasaran. Dengan status badan otonom, Bulog akan lebih efisien, bekerja sama dengan produsen lokal, serta menghadapi tantangan fluktuasi harga pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Berita dan Fakta dari Masyarakat.
Dirut Bulog Ingin Kelola 9 Sembako
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Santoso, menyampaikan rencana strategis perusahaan untuk menjadi badan otonom yang lebih mandiri dalam mengelola sembilan bahan pokok (sembako). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/2/2026).
Budi menjelaskan, sembilan bahan pokok yang dimaksud mencakup beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, telur, daging, bawang, garam, dan kedelai. “Dengan pengelolaan sembako secara langsung, Bulog dapat memastikan harga tetap stabil, stok tersedia, dan distribusi tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, pengelolaan sembako secara mandiri diharapkan meningkatkan efisiensi operasional Bulog dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga. Strategi ini juga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan inflasi pangan yang kerap terjadi di beberapa daerah.
Bulog Menjadi Badan Otonom
Budi Santoso menekankan bahwa transformasi Bulog menjadi badan otonom memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengambilan keputusan operasional. “Dengan status otonom, kami memiliki kewenangan lebih luas untuk mengelola stok, menetapkan harga, dan bekerja sama dengan produsen lokal,” katanya.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketersediaan sembako, khususnya di daerah-daerah rawan kekurangan pasokan. Badan otonom juga akan mempermudah koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam program subsidi pangan dan bantuan sosial.
Selain itu, Budi menyebutkan bahwa Bulog akan melakukan digitalisasi sistem logistik dan pengelolaan stok. Teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan kebocoran, mempercepat distribusi, dan memastikan bahan pokok sampai ke masyarakat tepat waktu.
Baca Juga: Asap Asam Nitrat Menebar di Cilegon, Ancaman Serius bagi Warga
Dampak Positif bagi Stabilitas Pangan
Pengelolaan sembako oleh Bulog sebagai badan otonom diyakini akan memberikan dampak positif bagi stabilitas pangan nasional. Harga sembako diprediksi lebih terkendali, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Budi menambahkan, pengelolaan sembako secara mandiri juga membuka peluang bagi Bulog untuk bekerja sama dengan petani dan produsen lokal. Hal ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kualitas bahan pokok yang disalurkan ke pasar.
Selain itu, strategi ini menjadi jawaban terhadap tantangan fluktuasi harga yang sering terjadi akibat faktor cuaca, impor, dan permintaan pasar. Dengan kontrol penuh atas sembako, Bulog dapat mengambil tindakan cepat untuk menstabilkan harga di pasar tradisional maupun modern.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski memiliki potensi besar, Budi Santoso mengakui ada tantangan yang harus dihadapi Bulog dalam pengelolaan sembako. Faktor logistik, distribusi, dan koordinasi antar daerah menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar program berjalan efektif.
Budi menekankan pentingnya dukungan pemerintah, baik dari sisi regulasi maupun pembiayaan, agar Bulog dapat beroperasi maksimal sebagai badan otonom. Kerja sama dengan produsen lokal, perguruan tinggi, dan lembaga riset juga akan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan stok dan kualitas produk.
Dengan langkah strategis ini, Bulog diharapkan menjadi lembaga yang lebih tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika pangan nasional. Masyarakat pun diharapkan merasakan manfaat langsung berupa harga stabil, pasokan terjamin, dan kualitas bahan pokok yang lebih baik.
Luangkan waktu kamu untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Berita dan Fakta dari Masyarakat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari antaranews.com
- Gambar Utama dari antaranews.com