Gempar! Gunung Karangetang tercatat meletus 790 kali hingga Februari, warga diminta waspada, ESDM terus pantau aktivitas vulkanik.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara memicu kepanikan warga setelah tercatat meletus sebanyak 790 kali hingga Februari 2026. Aktivitas vulkanik ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat di sekitar kawasan. ESDM menegaskan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan publik. Warga pun diimbau tetap waspada, mengikuti arahan mitigasi bencana, dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Berita dan Fakta dari Masyarakat.
Lonjakan Aktivitas Gempa Embusan Karangetang
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hingga pertengahan Februari 2026 terdapat 790 kali gempa embusan di Gunung Karangetang, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Data ini menunjukkan tingginya aktivitas vulkanik di gunung api tersebut dalam periode 1–15 Februari 2026. Selain gempa embusan, terekam pula berbagai jenis gempa lain seperti tremor harmonik, vulkanik, serta gempa tektonik, menandakan kompleksnya aktivitas kegempaan gunung ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Detail Kegempaan Dan Kondisi Kawah Gunung
Selama periode yang sama, tercatat 102 kali tremor harmonik, 127 tremor nonharmonik, dan 36 gempa vulkanik dangkal. Data ini menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup kompleks di Gunung Karangetang. Dari sisi visual, kawah utama belum memperlihatkan guguran lava, namun kolom asap putih membumbung hingga 100 meter di atas puncak. Asap ini menjadi tanda aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Di kawah utara juga teramati semburan asap tebal, disertai suara gemuruh bervariasi. Suara tersebut terdengar jelas di pos pengamatan, sehingga pengamat dan warga diimbau tetap waspada.
Baca Juga: Benci Usaha Keluarga? Wanita Ini Berbalik 180 Derajat, Hasil Mengejutkan!
Potensi Bahaya Dan Waspada Awan Panas Guguran
Meski kegempaan menunjukkan sedikit penurunan dibanding pekan sebelumnya, intensitas aktivitas masih tinggi dan perlu diwaspadai. ESDM mengingatkan agar warga mewaspadai awan panas guguran, yang bisa terjadi saat kubah lava lama di puncak longsor atau runtuh bersamaan dengan keluarnya lava. Potensi bahaya lahar di musim hujan juga diingatkan, khususnya bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang.
Status Waspada dan Rekomendasi Resmi
Berdasarkan evaluasi menyeluruh, Gunung Karangetang berada pada status Level II (Waspada) hingga pertengahan Februari 2026 menurut ESDM. Masyarakat serta wisatawan diminta tidak mendekati area dalam radius 1,5 km dari kawah utama dan kawah utara, serta radius 2,5 km di sektor selatan dan barat daya. Warga juga dianjurkan menyiapkan masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat hujan abu vulkanik jika terjadi.
Kesadaran Dan Kesiapsiagaan Komunitas Lokal
Warga yang tinggal di sekitar Gunung Karangetang diminta untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa dan berbagai bahaya vulkanik yang bisa terjadi sewaktu‑waktu, termasuk awan panas guguran maupun letusan mendadak.
Pemantauan aktivitas gunung dilakukan secara intensif oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), yang mencatat setiap perubahan kondisi vulkanik dan menyampaikan informasi resmi kepada publik secara rutin. Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan mitigasi bencana yang dikeluarkan secara resmi oleh pihak berwenang, termasuk menyiapkan rencana evakuasi yang matang dan memastikan jalur aman tersedia.
Warga juga disarankan memantau perkembangan aktivitas gunung melalui sumber informasi yang terpercaya dan resmi, sehingga tidak salah langkah. Selain itu, penting untuk tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan diri sendiri, keluarga, dan komunitas sekitar dari potensi bahaya vulkanik sewaktu‑waktu.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com