Ayam Panggang Bu Setu di Magetan sukses berkembang berkat pemberdayaan BRI, kisah inspiratif kuliner ini bikin penasaran!
Ayam Panggang Bu Setu bukan sekadar kuliner favorit di Magetan, tapi juga simbol semangat usaha kecil yang sukses berkembang. Berkat dukungan dan pemberdayaan dari BRI, Bu Setu berhasil mengubah dapurnya menjadi bisnis yang dikenal luas.
Kisah ini menginspirasi banyak pengusaha kecil lain bahwa dengan strategi tepat dan bantuan yang mendukung, kesuksesan bukan lagi mimpi. Mari simak perjalanan inspiratif Ayam Panggang Bu Setu yang penuh kerja keras dan inovasi hanya ada di Berita dan Fakta dari Masyarakat.
Asal-Usul Ayam Panggang Bu Setu: Dari Tradisi Ke Favorit Pemudik
Ayam Panggang Bu Setu adalah kuliner khas Magetan, Jawa Timur, yang telah menjadi tujuan wajib para pemudik saat perjalanan pulang kampung. Hidangan ini dikenal dengan aroma asap kayu bakar yang khas serta cita rasa tradisional yang kuat. Kelezatannya dipertahankan sejak usaha ini berdiri lebih dari tiga dekade lalu.
Kuliner ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan simbol kebanggaan kuliner lokal yang mampu menarik perhatian wisatawan dan penduduk setempat. Setiap musim mudik Lebaran, tempat makan ini selalu ramai pengunjung.
Di balik itu semua, terdapat cerita panjang usaha keluarga yang bertahan dari generasi ke generasi, mempertahankan cita rasa otentik sambil terus berinovasi agar tetap relevan dengan selera pelanggan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Perjalanan Usaha Keluarga Selama 35 Tahun
Usaha Ayam Panggang Bu Setu dirintis oleh orang tua Subiyanto pada 1990‑an, bermula dari berjualan ayam panggang secara keliling. Berbekal resep keluarga dan usaha keras, kuliner ini perlahan dikenal masyarakat luas melalui promosi mulut ke mulut.
Subiyanto, yang kini mengelola usaha tersebut, mengatakan bahwa kunci daya tariknya adalah mempertahankan proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar keras seperti mahoni atau jati. Meskipun zaman sudah modern, metode ini dipilih agar cita rasa tetap autentik dan daging ayam matang merata.
Menu yang paling banyak diburu adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak, dengan perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih yang meresap hingga ke serat daging ayam kampung yang empuk. Hidangan ini cocok dinikmati bersama keluarga saat berkumpul.
Baca Juga: Gara-Gara Ini, Gubernur Koster Soroti Arak Bali Yang Tak Dikelola Usaha Lokal!
Peran Pemberdayaan BRI Dalam Pengembangan Usaha
Perkembangan usaha Ayam Panggang Bu Setu bukan semata karena kualitas produk, tetapi juga dukungan pemberdayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak awal usaha. Pada 1992, ayah Subiyanto mengenal kemitraan dengan BRI dan menerima modal awal Rp250.000 yang sangat membantu.
Sebelum ada bantuan modal, ayam dibeli dengan sistem utang kepada tengkulak yang harganya jauh lebih mahal. Dengan adanya modal dari BRI, pembelian secara kontan menjadi memungkinkan, sehingga harga jual ke konsumen bisa lebih terjangkau.
Seiring waktu, usaha ini terus mendapatkan akses permodalan dan fasilitas perbankan dari BRI, termasuk layanan digital yang mempermudah proses transaksi dan pengelolaan usaha. Dukungan ini membantu Ayam Panggang Bu Setu memperluas lahan produksi hingga membangun fasilitas restoran yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Pendampingan Dan Komitmen BRI Untuk UMKM
Menurut Dhanny, Corporate Secretary BRI, pihaknya konsisten memberikan dukungan permodalan, pendampingan, dan digitalisasi kepada pelaku UMKM, termasuk Ayam Panggang Bu Setu. Hal ini sesuai dengan misi BRI untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam sektor produktif.
Kisah Bu Setu menjadi contoh nyata bagaimana dukungan lembaga keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku usaha mikro. BRI berharap kisah inspiratif ini bisa menjadi motivasi pelaku UMKM lainnya.
Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia, dengan mayoritas dialokasikan ke sektor produksi. Kontribusi besar ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam pemberdayaan UMKM.
Dampak Dan Harapan Untuk Masa Depan Usaha
Dukungan dari BRI membawa dampak signifikan bagi Ayam Panggang Bu Setu. Usaha yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi destinasi kuliner yang dikenal luas. Khususnya di kalangan pemudik yang ingin menikmati cita rasa khas Magetan.
Keberhasilan ini juga memberi efek positif pada perekonomian masyarakat lokal. Dengan meningkatnya permintaan bahan baku lokal serta penciptaan lapangan kerja baru dalam usaha kuliner ini.
Ke depan, harapan Subiyanto dan pihak BRI adalah agar kolaborasi serupa terus berkembang. Memperkuat UMKM lain di berbagai daerah sehingga potensi ekonomi kerakyatan bisa dirasakan lebih luas lagi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari cnnindonesia.com